Dari Webcam ke AI: Yuk, Ajari Komputer Mengenali Jumlah Jari dengan Teachable Machine!
Teach a Machine: Belajar Machine Learning dengan Teachable Machine
Belajar mengenalkan komputer pada pola gambar melalui data, pelatihan model, pengujian, dan analisis hasil.
Ilustrasi kegiatan: komputer belajar mengenali
jumlah jari dari contoh gambar.
|
Untuk pembelajaran KKA Artikel ini disusun sebagai
bahan belajar dan pendamping praktik Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).
Bahasa dibuat sederhana agar mudah dibaca peserta didik dan mudah
dikembangkan guru menjadi aktivitas kelas. |
Sekilas tentang kegiatan
Pernahkah kamu membayangkan komputer dapat
belajar membedakan tiga jari dan lima jari hanya dari contoh gambar? Pada
kegiatan ini, kita akan mencoba melatih model klasifikasi gambar menggunakan
Teachable Machine. Komputer tidak langsung mengetahui arti sebuah gambar. Kita
perlu memberikan contoh, mengelompokkannya ke dalam kategori, melatih model,
kemudian menguji hasilnya.
Kegiatan ini mengambil gagasan dari proyek
“Teach a machine” milik Raspberry Pi Foundation. Dalam proyek tersebut, peserta
didik diajak membuat model sederhana yang dapat mengenali berapa banyak jari
yang ditunjukkan. Versi artikel ini ditulis ulang dengan gaya pembelajaran guru
dan disesuaikan untuk kegiatan KKA.
Tujuan Pembelajaran
·
Menjelaskan secara sederhana
bahwa model machine learning dapat belajar dari contoh data.
·
Menyiapkan contoh gambar untuk
dua kategori yang berbeda.
·
Menggunakan webcam untuk
mengumpulkan data gambar.
·
Melatih model dengan perintah
Train Model dan mengamati hasilnya.
·
Membaca confidence score pada
bagian Output.
·
Menganalisis mengapa variasi
contoh gambar penting dalam proses pelatihan.
·
Mencoba merancang classifier
sederhana untuk masalah lain di sekitar kita.
A. Apa yang akan kita buat?
Target kegiatan kita sederhana: membuat
komputer mengenali dua kondisi berdasarkan jumlah jari yang ditunjukkan. Dalam
contoh, kategori pertama diberi nama Five untuk lima jari dan kategori kedua
Three untuk tiga jari.
Contoh tampilan data latihan dan panel Preview
setelah model dilatih.
|
Yang perlu disiapkan Sebuah komputer yang memiliki
atau dapat terhubung dengan webcam. Pastikan kamera dapat digunakan sebelum
mulai mengumpulkan gambar. |
B. Memahami ide dasarnya: komputer belajar dari contoh
Dalam kegiatan ini, kita tidak menuliskan
aturan satu per satu seperti “jika terlihat lima ujung jari, maka jawab Five”.
Sebaliknya, kita menyediakan banyak contoh gambar untuk setiap kategori. Model
kemudian dilatih menggunakan contoh tersebut.
Karena itu, kualitas data latihan sangat
penting. Jika semua contoh diambil dengan posisi tangan yang hampir sama, model
memiliki pengalaman yang terbatas. Sebaliknya, contoh yang lebih beragam dapat
membantu model menghadapi variasi gambar ketika diuji.
|
Pertanyaan pemantik Jika semua foto lima jari
diambil dari posisi yang sama, lalu saat pengujian tangan diputar atau
posisinya berubah, apakah model akan selalu memberikan hasil yang sama?
Jelaskan alasanmu. |
C. Langkah 1 — Menyiapkan kategori
Buka Teachable Machine melalui
https://rpf.io/tm. Setiap class dapat dipahami sebagai kategori yang ingin
dikenali oleh komputer. Untuk latihan ini, ubah nama Class 1 menjadi Five dan
Class 2 menjadi Three.
1.
Buka Teachable Machine.
2.
Siapkan dua class.
3.
Ubah Class 1 menjadi Five.
4.
Ubah Class 2 menjadi Three.
5.
Pastikan webcam dapat
digunakan.
D. Langkah 2 — Mengumpulkan gambar untuk Five
Pilih Webcam pada class Five. Tunjukkan
lima jari dan pastikan seluruh tangan terlihat oleh kamera. Dengan tangan yang
lain, tekan dan tahan Hold to Record untuk mengambil banyak contoh gambar.
·
Jangan hanya mengambil satu
gambar.
·
Ubah sedikit posisi tangan dari
satu contoh ke contoh berikutnya.
·
Usahakan tangan tetap terlihat
jelas.
·
Perhatikan agar data latihan
benar-benar mewakili kategori Five.
Contoh area data latihan dan Preview yang dapat
diamati saat bekerja dengan webcam.
E. Langkah 3 — Mengumpulkan gambar untuk Three
Lakukan proses yang sama untuk class Three.
Pilih Webcam, tunjukkan tiga jari, lalu gunakan Hold to Record untuk
mengumpulkan banyak contoh.
Di sinilah kita dapat belajar bahwa machine
learning membutuhkan data. Model tidak memperoleh pengetahuan dari tebakan,
tetapi dari contoh yang kita berikan untuk proses pelatihan.
F. Langkah 4 — Melatih model
Setelah contoh untuk Five dan Three
tersedia, klik Train Model. Tunggu sampai proses pelatihan selesai. Pada materi
ini, proses tersebut dicontohkan dapat memerlukan sekitar 10–20 detik.
Bagian Training pada Teachable Machine.
|
Jangan terburu-buru Saat model sedang dilatih,
tunggu sampai proses selesai. Model yang sudah dilatih kemudian digunakan
untuk mengenali pola dari gambar yang diberikan. |
G. Langkah 5 — Menguji model dan membaca confidence score
Setelah pelatihan selesai, panel Preview
akan terbuka. Tunjukkan lima jari dan perhatikan bagian Output. Kemudian
lakukan hal yang sama dengan tiga jari.
Pada bagian Output, kita dapat melihat
confidence score untuk setiap class. Nilai tersebut membantu kita melihat
seberapa yakin model terhadap kategori yang sedang dikenali.
|
Amati, jangan hanya melihat hasil akhir Cobalah beberapa posisi tangan.
Catat kapan hasil Five atau Three berubah. Dari pengamatan tersebut, kamu
dapat mulai menilai bagaimana data latihan memengaruhi hasil model. |
H. Tantangan 1 — Lebah atau buah beri?
Setelah memahami latihan dasar, kita dapat
membuat classifier dengan kategori lain. Materi sumber memberikan tantangan
Lebah atau buah beri. Tujuannya bukan sekadar mendapatkan jawaban, tetapi
mencoba membuat sistem klasifikasi sendiri.
Contoh classifier Lebah atau Berry pada materi.
Pertanyaan pentingnya: contoh seperti apa
yang harus dikumpulkan agar model dapat membedakan kedua kategori dengan lebih
baik?
I. Tantangan 2 — Kue atau biskuit?
Pada tantangan berikutnya, kita diminta
membuat classifier Kue atau Biskuit. Kumpulkan beberapa gambar dari kedua
kategori, latih model, lalu amati hasil pada Output.
Contoh hasil classifier Kue atau Biskuit.
Hasil yang tampak sangat yakin belum tentu
berarti model akan selalu benar pada semua kondisi. Karena itu, pengujian
dengan contoh yang berbeda dari data latihan menjadi bagian penting dari
kegiatan.
J. Tantangan 3 — Pengenal resistor
Classifier juga dapat digunakan untuk
mengenali kategori yang lebih dekat dengan dunia teknologi. Materi
memperlihatkan contoh pengenal resistor yang membedakan nilai 12 Ohm dan 330
Ohm berdasarkan contoh gambar.
Contoh classifier untuk mengenali nilai
resistor.
Perhatikan bahwa masalah yang dihadapi
tetap memiliki pola yang sama: tentukan kategori, kumpulkan contoh, latih
model, kemudian uji hasilnya.
K. Apa yang dapat kita pelajari dari percobaan ini?
·
Model membutuhkan contoh data
untuk belajar mengenali pola.
·
Setiap class mewakili kategori
yang ingin dikenali.
·
Data latihan yang beragam
membantu model menghadapi variasi saat pengujian.
·
Train Model merupakan tahap
ketika contoh yang dikumpulkan digunakan untuk melatih model.
·
Confidence score dapat
digunakan untuk mengamati tingkat keyakinan model terhadap class tertentu.
·
Membuat classifier bukan hanya
soal mendapatkan hasil, tetapi juga mengamati, menguji, dan memperbaiki data
latihan.
L. Aktivitas pembelajaran mendalam (Deep Learning)
Kegiatan ini dapat dirancang sebagai
pembelajaran mendalam karena peserta didik tidak berhenti pada mengikuti
langkah. Mereka dapat diajak memahami hubungan antara data, proses pelatihan,
hasil prediksi, dan kualitas contoh yang digunakan.
|
Berkesadaran Peserta didik menyadari bahwa
hasil model dipengaruhi oleh data yang diberikan dan perlu diamati secara
kritis. |
|
Bermakna Peserta didik menghubungkan
classifier dengan persoalan nyata, misalnya membedakan objek atau mengenali
komponen elektronik. |
|
Menggembirakan Peserta didik bereksperimen
dengan kategori yang dekat dengan kehidupan mereka dan melihat langsung
perubahan hasil model. |
M. Latihan Soal
Penutup
Mengajarkan komputer untuk mengenali gambar
adalah salah satu cara sederhana untuk mulai memahami machine learning. Kita
belajar bahwa komputer memerlukan contoh, kategori yang jelas, proses
pelatihan, dan pengujian. Yang tidak kalah penting, kita belajar untuk tidak
menerima hasil model begitu saja. Hasil perlu diamati, diuji, dan dianalisis.
Dari kegiatan kecil mengenali tiga dan lima
jari, peserta didik dapat melangkah menuju proyek yang lebih dekat dengan
kehidupan nyata. Kunci pembelajarannya bukan hanya membuat model bekerja,
tetapi memahami mengapa model menghasilkan suatu prediksi dan bagaimana
kualitas data memengaruhi hasil tersebut.